Sahabatku
Sinyo
Wah, indah sekali pantainya! Aku baru saja tiba dia Pantai
Sulamadaha yang berpasir putih dan bersih. Ini pertama kalinya aku pergi ke
Kota ternate, Maluku Utara. Ternyata Maluku Utara itu sangat indah, apalagi
pantainya.
Di kota ini, aku
tinggal di rumah Paman Sam. Pamanku ini, menikah dengan orang Maluku.
Letak Pantai
Sulamadaha cukup jauh dari rumah Paman Sam. Sekitar 14 km. aku, Paman Sam, dan
Sinyo, berjalan kaki ke pantai ini. Anehnya, aku sama sekali tidak merasa
lelah.
“Farik, jangan
melamun terus. Ayo, kita berenang!” ajak Sinyo, membuyarkan lamunanku.
Tanpa menunggu
jawabanku, Ia langsung menarik tanganku. Sinyo sebaya denganku. Ia tetangga
rumah Paman Sam.
Sinyo langsung
membuka baju hingga kulitnya yang gelap berkilau terkena sinar matahari. Ketika
Sinyo terjun ke pantai, airnya berkecipak, menciprat hingga ke mukaku.
Kami bermain di
pantai sampai menjelang sore. Setelah itu, Paman Sam mengajak kami makan makana
khas Ternate. Makanany terasa aneh untuk lidahku. Salah satunya bernama papeda
yang terbuat dari sagu. Tampilannya seperti bubur yang lengket. Cafa makannya
pun unik, digulung dengan sumpit, langsung diseruput dan ditelan. Paman Sam dan
Sinyo sudah biasa makan papeda. Namun, bagi aku yang lahir dan besar di Jawa,
makanan itu tampak agak aneh. Tetapi untungnya, rasanya nikmat sekali.
Menjelang makan
malam, barulah kami pulang ke rumah Paman sam. Walau sudh malam, masih banyak
tetangga Paman Sam yang duduk di luar rumah. Anak-anak kecil yang sebaya dengan
aku pun masih asyik bermain.
Sinyo mengajakku
bergabung dengan teman-temannya. Permainan khas daerah Maluku. Namanya permainan
ancong-ancong.
“Ini permainan
dari daerah kami,” jelasnya dengan logat Maluku.
Bersama dua
temannya,…
Tidak ada komentar:
Posting Komentar