Kamis, 09 Februari 2017

cerbung-1

Sahabatku Sinyo
Wah, indah sekali pantainya! Aku baru saja tiba dia Pantai Sulamadaha yang berpasir putih dan bersih. Ini pertama kalinya aku pergi ke Kota ternate, Maluku Utara. Ternyata Maluku Utara itu sangat indah, apalagi pantainya.
        Di kota ini, aku tinggal di rumah Paman Sam. Pamanku ini, menikah dengan orang Maluku.
        Letak Pantai Sulamadaha cukup jauh dari rumah Paman Sam. Sekitar 14 km. aku, Paman Sam, dan Sinyo, berjalan kaki ke pantai ini. Anehnya, aku sama sekali tidak merasa lelah.
        “Farik, jangan melamun terus. Ayo, kita berenang!” ajak Sinyo, membuyarkan lamunanku.
        Tanpa menunggu jawabanku, Ia langsung menarik tanganku. Sinyo sebaya denganku. Ia tetangga rumah Paman Sam.
        Sinyo langsung membuka baju hingga kulitnya yang gelap berkilau terkena sinar matahari. Ketika Sinyo terjun ke pantai, airnya berkecipak, menciprat  hingga ke mukaku.
        Kami bermain di pantai sampai menjelang sore. Setelah itu, Paman Sam mengajak kami makan makana khas Ternate. Makanany terasa aneh untuk lidahku. Salah satunya bernama papeda yang terbuat dari sagu. Tampilannya seperti bubur yang lengket. Cafa makannya pun unik, digulung dengan sumpit, langsung diseruput dan ditelan. Paman Sam dan Sinyo sudah biasa makan papeda. Namun, bagi aku yang lahir dan besar di Jawa, makanan itu tampak agak aneh. Tetapi untungnya, rasanya nikmat sekali.
        Menjelang makan malam, barulah kami pulang ke rumah Paman sam. Walau sudh malam, masih banyak tetangga Paman Sam yang duduk di luar rumah. Anak-anak kecil yang sebaya dengan aku pun  masih asyik bermain.
        Sinyo mengajakku bergabung dengan teman-temannya. Permainan khas daerah Maluku. Namanya permainan ancong-ancong.
        “Ini permainan dari daerah kami,” jelasnya dengan logat Maluku.

        Bersama dua temannya,…

Tidak ada komentar:

Posting Komentar