Bab I. Keruntuhan Kota Yerusalem
(lukas 19:42-44) – keadaan Yerusalem. Bait suci berdiri dengan
keelokkan yang sempurna, pada musim paskah, Yesus melihat kota itu dan Ia
diliputi oleh dukacita yang tiba-tiba dan misterius bukan karena kedukaan yang
biasa, tetapi penderitaan yang berat yang tak tertahankan.
Yesus mengetahui
apa yang akan terjadi bagi dirinya sebagai korban domba, dan dia juga melihat
betapa Jerusalem yang indah ini akan binasa bersama ribuan penduduknya. Mereka binasa
karena kebutaan dan kedegilan mereka karena menolak Kristus, padahal kristus
sendiri datang untuk mereka pada zaman itu.
Yesus menangis
karena dia bisa melihat nubuatan yang akan terjadi bagi Yerusalem. Selama 3
tahun terang Tuhan dan kemuliaan itu telah ada diantara murid-Nya (Kisah 10:38)
ia melayani kebutuhan orang-orang yang meringankan penderitaan mereka, membujuk
mereka untuk menerima Hidup. Bilamana Kristus harus digantungkan di kayu salib
golgota maka berakhirlah kesempatan Israel sebagai yang dipilih dan diberkati
Allah.Dosa besar seorang Yahudi adalah penolakkan akan Kristus.
Bait suci pertama
( zaman Salomo) : sangat megas, hadirat Allah (Shekinah Glory) hadir.
Bait suci kedua(
zaman Nehemia) : megah, tapi tidak semegah yang pertama, Kristus selalu hadir
tiap tiap sabat di tempat ini.
Dalam kehadiran
Kristus, dan hanya dalam hal inilah, kemuliaan bait suci kedua melebihi bait
suci yang pertama. Bilamana tanda amaran kelihatan, mereka yang meluputkan diri
tidak boleh bertangguh. Mereka(penduduk Yerusalem) membencu Kristus, oleh
karena kesucian-Nya dan kekusudan-Nya menyatakan kejahatan mereka.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar